Pengumuman Delisting Tokocrypto: Token A2Z, FORTH & Lainnya Tidak Lagi Diperdagangkan
Pemutakhiran Besar di Pasar Kripto Indonesia
Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia, mengumumkan bahwa perdagangan 8 token kripto akan dihentikan secara resmi pada 1 April 2026 pukul 10:00 WIB. Langkah ini menjadi salah satu momen penting dalam manajemen daftar aset kripto di platform, sekaligus mencerminkan tren global dalam merampingkan kualitas daftar token di bursa.
Keputusan delisting ini diterbitkan melalui pengumuman resmi Tokocrypto yang ditujukan untuk para pengguna (Tokonauts) agar melakukan penyesuaian sebelum tanggal penghentian perdagangan.
Token yang Dihapus dan Tanggal Penting
Daftar Token yang Akan Dihapus
Tokocrypto akan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dari delapan token berikut:
-
Arena‑Z (A2Z)
-
Ampleforth Governance Token (FORTH)
-
Hooked Protocol (HOOK)
-
IDEX (IDEX)
-
Loopring (LRC)
-
Neutron (NTRN)
-
Radiant Capital (RDNT)
-
Solar (SXP)
Jadwal dan Batas Akhir
-
Hentikan perdagangan spot akan dilakukan 1 April 2026 pukul 10:00 WIB.
-
Deposito token tidak akan dikreditkan setelah 2 April 2026 pukul 10:00 WIB.
-
Penarikan token masih didukung sampai 1 Juni 2026 pukul 10:00 WIB.
-
Dalam kondisi tertentu, token yang tersisa mungkin saja dikonversi menjadi stablecoin, dengan pemberitahuan terpisah dari Tokocrypto.
Mengapa Token Ini Dihapus?
Tokocrypto secara berkala melakukan evaluasi terhadap aset kripto di platform. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap token yang diperdagangkan tetap memenuhi standar kualitas, likuiditas, dan kepatuhan yang berlaku di industri kripto, baik secara global maupun domestik.
Delisting dalam bursa kripto merupakan praktik umum di seluruh dunia — termasuk oleh bursa besar global seperti Binance — di mana token yang tidak memenuhi kriteria tertentu atau mengalami penurunan aktivitas perdagangan dapat dihentikan sebagai bagian dari penyederhanaan pasar dan peningkatan efisiensi ekosistem trading.
Langkah yang Perlu Diperhatikan Pengguna
1. Lakukan Penarikan atau Konversi Sebelum Deadline
Sebelum 1 April 2026, pengguna Tokocrypto disarankan melakukan penarikan atau mengonversi aset yang dimiliki ke aset lain yang masih tersedia.
2. Hapus Semua Order yang Masih Aktif
Semua open order yang tersisa di pasangan perdagangan token yang akan dihapus akan dihapus otomatis saat pasar ditutup pada tanggal delisting.
3. Periksa Pengaturan Tampilan Aset
Setelah delisting, nilai token tidak akan muncul lagi di dompet pengguna apabila opsi “Sembunyikan Saldo Kecil” diaktifkan. Pengguna disarankan menonaktifkannya untuk memastikan saldo mereka tetap terlihat sampai proses akhir.
Dampak Terhadap Tren Kripto Global dan Lokal
Pergerakan delisting ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri kripto global, di mana bursa berfokus pada kualitas daftar token dan kepatuhan terhadap standar regulasi yang semakin ketat. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah bursa besar secara berkala melakukan evaluasi dan removal terhadap token yang tidak lagi memenuhi kriteria mereka.
Untuk pasar domestik seperti Indonesia, kepatuhan terhadap daftar aset kripto yang diatur oleh otoritas keuangan—seperti BAPPEBTI dan peraturan terkait listing—juga menjadi faktor utama. Tokocrypto sebagai platform yang taat pada peraturan berusaha menyelaraskan daftar asetnya sesuai dengan ketentuan tersebut.
Penghapusan perdagangan delapan token kripto di Tokocrypto pada 1 April 2026 menandai langkah lanjut dalam evolusi pasar kripto Indonesia. Dengan memberikan waktu yang jelas bagi pengguna untuk menyesuaikan kepemilikan mereka, Tokocrypto memastikan proses transisi berjalan tertata dan transparan.
Langkah seperti ini juga mendukung clean market practice yang diperlukan untuk menguatkan kepercayaan pengguna dan meningkatkan kualitas perdagangan di masa mendatang.